http://cursor.com/images/10a.gif

Senin, 28 Oktober 2013

Cerita Pengalaman

Cerita Pengalaman

Ini bener-bener pengalamanku lo..semoga aja pengalamanku ini bisa menjadi pelajaran berharga buat para pembaca sekalian.

Mural Competition

              Sewaktu aku kelas 5 SD, aku mendapat kepercayaan untuk mewakili sekolah ikut lomba melukis di dinding tingkat SD se-Sidoarjo. Aku sangat senang akan hal itu, dan lebih senang lagi karena aku tidak sendiri. Aku ditemani oleh dua orang temanku, namanya Caca dan Yoga.                                                                         
Lomba tersebut diadakan karena memperingati hari bumi yang jatuh pada tanggal 22 April. Jadi tema lomba tersebut adalah “ Save Our Earth”, yaitu bagaimana cara kita untuk menyelamatkan bumi kita tercinta ini.
                Kami bertiga setiap pulang sekolah berlatih. Pertama kami membuat gambar yang akan dilukis lalu kami menentukan warna apa saja yang akan digunakan dan selanjutnya kami berlatih menggambar dipapan tulis agar terbiasa menggambar di permukaan yang tegak lurus. Setelah beberapa hari kami latihan kami tidak mendapat kendala sama sekali hingga pada akhirnya kami diberi tahu bahwa kami hanya diperbolehkan menggunakan warna primer (merah,kuning,biru) ditambah hitam dan putih. Kami benar-benar bingung. Dan kami jadi harus bereksperimen dengan mencampurkan warna-warna itu. Tetapi karena dukungan guru kesenian kami semua masalah itu terlewati.
               Satu hari sebelum lomba, kami mengadakan latihan terakhir.  Tetapi kami hanya membahas barang bawaan yang dibutuhkan untuk keesokan harinya. Guru kesenian kami menyuruh kami untuk membawa : berbagai ukuran kuas, gelas plastic, sendok plastic, kapur, benang wol, paku, minum, snack secukupnya dan celemek agar pakaian kami tidak kotor sewaktu melukis. Kami hanya bisa patuh dan mencatat barang bawaan itu.
              Hari yang ditunggu tiba. Kami bertiga disuruh untuk datang ke sekolah pagi-pagi sekali agar bisa berangkat ke tempat lomba bersama. Sebelum berangkat kami bertiga meminta restu kepada kepala sekolah, guru-guru, dan teman-teman kami. Setelah itu kami berangkat.
          Di tempat perlombaan suasananya masih sepi belum banyak peserta yang datang. Setelah tiba, guru yang mendampingi kami langsung melakukan daftar ulang untuk mengambil nomer peserta. Kami bertiga merasa deg-degan karena sama sekali kami belum punya pengalaman mengikuti lomba melukis seperti ini. Setelah menunggu agak lama akhirnya guru kami tiba dengan membawa nomer peserta dan menunjukkan letak dinding yang akan kami lukis. Kami merasa senang karena kami mendapat nomer tujuh, karena menurut mitos nomer itu adalah nomer keberuntungan. Semoga saja itu benar.
        Kami segera bersiap-siap karena lomba akan segera dimulai. Tetapi sebelum dimulai seluruh peserta disuruh berkumpul untuk mendengarkan peraturan perlombaan. Kami yang telah siap dengan celemek kami langsung berlari menuju lapangan tempat berkumpul peserta. Ketika kami tiba kami ditertawai karena kami dikira mau memasak. Hal itu sempat menciutkan hati kami tapi rasa itu langsung kami buang jauh-jauh. Sekitar 5 menit panitia membacakan peraturan. Kami disuruh kembali ketempat masing-masing karena 10 menit lagi lomba dimulai.
            Sambil menunggu tanda dimulai kami bertiga berdoa. Dan tepat setelah kami selesai berdoa tanda mulai berbunyi. Kami segera menggambar. Peserta diberi waktu 3 jam untuk menyelesaikan. Pertama kami menggunakan benang wol, kapur, dan paku untuk menggambar bulatan besar membentuk bumi lalu kami menggambar yang lain-lainnya. Ketika Caca dan Yoga menggambar, aku berlari mengambil cat yang disediakan panitia. Aku baru sadar bahwa peserta di sebelah kami mengeluarkan banyak cat. Aku bertanya tentang hal itu kepada guruku, lalu guruku menanyakannya ke panitia apakah hal itu di perbolehkan. Dan ternyata hal itu diperbolehkan. Aku kaget dan terdiam, ternyata kami salah memahami maksud panitia. Tapi ya sudahlah. Untung kami sudah berlatih.
          Dua jam berlalu tetapi kami belum menyelesaikannya. Untung saja orang tua Caca datang dan memberi kami semangat. Hal itu sangat berharga sekali karena kami butuh dukungan . Karena asik melukis kami tidak sadar bahwa kaos kaki yang kami gunakan sudah kotor karena cat. Bahkan tangan, kaki, dan rambut kami juga kotor. Dan lucunya celemek yang kita gunakan sangat-sangat bersih tidak ada noda cat sedikitpun. Jadi sia-sia kami memakai celemek toh akhirnya baju kami juga kotor.
            Panitia memberi peringatan bahwa tersisa 30 menit. Kami mempercepat kerja kami. Dan tepat kurang 10 menit kami telah selesai. Kami langsung membereskan perlengkapan melukis kami dan menikmati snack yang kami bawa sambil menunggu tanda selesai berbunyi. Tak lama setelah itu tanda selesai terdengar. Seluruh peserta disuruh untuk meninggalkan area perlombaan dan dipersilahkan beristirahat sambil menunggu pengumuman. Kami pergi untuk makan bakso karena perut kami sudah keroncongan karena lelah.
        Setelah kami selesai makan semua peserta dikumpulkan untuk mendengar pengumuman. Ketika kami sedang duduk-duduk, guru kami memberi kami selamat dengan menjabat tangan kami. Kami tidak tahu maksudnya kami hanya tersenyum. Dan ketika pembawa acara membacakan para pemenang kami terus berdoa. Hingga pada akhirnya pengumuman untuk juara ke-3 nama sekolah kami disebut, kami melompat kegirangan dan segera menuju ke atas panggung untuk menerima hadiah. Kami mendapat tropi, piagam dan uang tunai sebesar    Rp 450,000,00. Kami sangat senang karena kami bisa mempersembahkan kemenangan kami untuk sekolah kami tercinta. Kami tidak tahu  kemenangan itu murni hasil kerja keras kami, suatu keberuntungan, atau karena kami peserta nomer 7. Yang pasti kami sangat senang. Dan kami yakin suatu kesuksesan tidak bisa didapat dengan mudah pasti akan ada cobaan.

INI HASIL KARYA KAMI !!




                 



Tidak ada komentar:

Posting Komentar