Cerita Pengalaman
Ini bener-bener pengalamanku lo..semoga aja pengalamanku ini
bisa menjadi pelajaran berharga buat para pembaca sekalian.
Mural Competition
Sewaktu aku kelas 5 SD, aku mendapat kepercayaan untuk mewakili
sekolah ikut lomba melukis di dinding tingkat SD se-Sidoarjo. Aku sangat senang
akan hal itu, dan lebih senang lagi karena aku tidak sendiri. Aku ditemani oleh
dua orang temanku, namanya Caca dan
Yoga.
Lomba tersebut diadakan karena
memperingati hari bumi yang jatuh pada tanggal 22 April. Jadi tema lomba
tersebut adalah “ Save Our Earth”, yaitu bagaimana cara kita untuk
menyelamatkan bumi kita tercinta ini.
Kami
bertiga setiap pulang sekolah berlatih. Pertama kami membuat gambar yang akan
dilukis lalu kami menentukan warna apa saja yang akan digunakan dan selanjutnya
kami berlatih menggambar dipapan tulis agar terbiasa menggambar di permukaan
yang tegak lurus. Setelah beberapa hari kami latihan kami tidak mendapat
kendala sama sekali hingga pada akhirnya kami diberi tahu bahwa kami hanya
diperbolehkan menggunakan warna primer (merah,kuning,biru) ditambah hitam dan
putih. Kami benar-benar bingung. Dan kami jadi harus bereksperimen dengan mencampurkan
warna-warna itu. Tetapi karena dukungan guru kesenian kami semua masalah itu
terlewati.
Satu
hari sebelum lomba, kami mengadakan latihan terakhir. Tetapi kami
hanya membahas barang bawaan yang dibutuhkan untuk keesokan harinya. Guru
kesenian kami menyuruh kami untuk membawa : berbagai ukuran kuas, gelas
plastic, sendok plastic, kapur, benang wol, paku, minum, snack secukupnya dan
celemek agar pakaian kami tidak kotor sewaktu melukis. Kami hanya bisa patuh
dan mencatat barang bawaan itu.
Hari
yang ditunggu tiba. Kami bertiga disuruh untuk datang ke sekolah pagi-pagi
sekali agar bisa berangkat ke tempat lomba bersama. Sebelum berangkat kami bertiga
meminta restu kepada kepala sekolah, guru-guru, dan teman-teman kami. Setelah
itu kami berangkat.
Di
tempat perlombaan suasananya masih sepi belum banyak peserta yang datang.
Setelah tiba, guru yang mendampingi kami langsung melakukan daftar ulang untuk
mengambil nomer peserta. Kami bertiga merasa deg-degan karena sama sekali kami
belum punya pengalaman mengikuti lomba melukis seperti ini. Setelah menunggu
agak lama akhirnya guru kami tiba dengan membawa nomer peserta dan menunjukkan
letak dinding yang akan kami lukis. Kami merasa senang karena kami mendapat
nomer tujuh, karena menurut mitos nomer itu adalah nomer keberuntungan. Semoga
saja itu benar.
Kami
segera bersiap-siap karena lomba akan segera dimulai. Tetapi sebelum dimulai
seluruh peserta disuruh berkumpul untuk mendengarkan peraturan perlombaan. Kami
yang telah siap dengan celemek kami langsung berlari menuju lapangan tempat
berkumpul peserta. Ketika kami tiba kami ditertawai karena kami dikira mau
memasak. Hal itu sempat menciutkan hati kami tapi rasa itu langsung kami buang
jauh-jauh. Sekitar 5 menit panitia membacakan peraturan. Kami disuruh kembali
ketempat masing-masing karena 10 menit lagi lomba dimulai.
Sambil
menunggu tanda dimulai kami bertiga berdoa. Dan tepat setelah kami selesai
berdoa tanda mulai berbunyi. Kami segera menggambar. Peserta diberi waktu 3 jam
untuk menyelesaikan. Pertama kami menggunakan benang wol, kapur, dan paku untuk
menggambar bulatan besar membentuk bumi lalu kami menggambar yang lain-lainnya.
Ketika Caca dan Yoga menggambar, aku berlari mengambil cat yang disediakan
panitia. Aku baru sadar bahwa peserta di sebelah kami mengeluarkan banyak cat. Aku bertanya tentang hal itu kepada guruku, lalu guruku menanyakannya ke
panitia apakah hal itu di perbolehkan. Dan ternyata hal itu diperbolehkan. Aku kaget
dan terdiam, ternyata kami salah memahami maksud panitia. Tapi ya sudahlah.
Untung kami sudah berlatih.
Dua
jam berlalu tetapi kami belum menyelesaikannya. Untung saja orang tua Caca
datang dan memberi kami semangat. Hal itu sangat berharga sekali karena kami
butuh dukungan . Karena asik melukis kami tidak sadar bahwa kaos kaki yang kami
gunakan sudah kotor karena cat. Bahkan tangan, kaki, dan rambut kami juga kotor.
Dan lucunya celemek yang kita gunakan sangat-sangat bersih tidak ada noda cat
sedikitpun. Jadi sia-sia kami memakai celemek toh akhirnya baju kami juga
kotor.
Panitia
memberi peringatan bahwa tersisa 30 menit. Kami mempercepat kerja kami. Dan
tepat kurang 10 menit kami telah selesai. Kami langsung membereskan
perlengkapan melukis kami dan menikmati snack yang kami bawa sambil menunggu
tanda selesai berbunyi. Tak lama setelah itu tanda selesai terdengar. Seluruh
peserta disuruh untuk meninggalkan area perlombaan dan dipersilahkan
beristirahat sambil menunggu pengumuman. Kami pergi untuk makan bakso karena
perut kami sudah keroncongan karena lelah.
Setelah
kami selesai makan semua peserta dikumpulkan untuk mendengar pengumuman. Ketika
kami sedang duduk-duduk, guru kami memberi kami selamat dengan menjabat tangan kami. Kami tidak tahu
maksudnya kami hanya tersenyum. Dan ketika pembawa acara membacakan para
pemenang kami terus berdoa. Hingga pada akhirnya pengumuman untuk juara ke-3
nama sekolah kami disebut, kami melompat kegirangan dan segera menuju ke atas
panggung untuk menerima hadiah. Kami mendapat tropi, piagam dan uang tunai
sebesar Rp 450,000,00. Kami sangat senang karena kami bisa
mempersembahkan kemenangan kami untuk sekolah kami tercinta. Kami tidak tahu kemenangan itu murni hasil kerja keras kami, suatu keberuntungan, atau karena
kami peserta nomer 7. Yang pasti kami sangat senang. Dan kami yakin suatu
kesuksesan tidak bisa didapat dengan mudah pasti akan ada cobaan.
INI HASIL KARYA KAMI !!

Tidak ada komentar:
Posting Komentar