http://cursor.com/images/10a.gif

Kamis, 12 Juni 2014

MELANJUTKAN NASKAH DRAMA

Andi dan Buku-Buku

Andi adalah salah satu murid yang tidak favorit di sekolah yang favorit. Dia tidak memiliki begitu banyak teman. Sehingga, tak banyak pula yang mengenalnya. Setiap hari, pada saat istirahat, dia selalu menghabiskan waktunya untuk membaca buku di perpustakaan. Bukan karena dia rajin membaca, tetapi karena dia tidak memiliki kawan untuk bermain dan memilih uang untuk pergi ke kantin.
Siang itu, Andi sudah berada di perpustakaan sedang membaca buku berjudul “Bersepeda untuk kebugaran”pada saat ia sedang “asyik” membaca, tiba-tiba dia mendengar suara kertas disobek “kreek”.
Andi                 : (penasaran dengan suara itu, berusaha memastikan,berjalan menuju arah)Apa yang dilakukan mereka?(mengintip di sela-sela buku di rak lain, dua teman lainnya sedang merobek kertas di salah satu buku milik perpustakaan sekolah).
Andi                 : Apa yang harus kulakukan? Apa aku harus menegur mereka? Ataukah aku harus melapor kepada petugas perpustakaan?(tanyanya dalam hati)
            Andi bingung, dia kembali ke bangkunya lagi. Namun, dia berusaha tidak menghiraukan peristiwa itu. Ternyata hal itu tidak terjadi sekali saja. beberapa kali Andi melihat kejadian itu. Kali ini Andi merasa perlu mencari tahu.
Andi                 : Hari ini mereka tidka kesini. Aku harus tau apa yang mereka sobek(menuju rak tempat buku yang disobek mereka).
Andi                 :  Ini adalah rak pertama, aku harus menemuka bukunya. Dimana ya…?(membuka buku-buku satu persatu) nah ini dia.
Andi                 : Aku harus ke rak berikutnya(begitu seterusnya, himgga Andi dapat membawa semua buku).
Andi                 : “Sejarah Kota Kembang”, “Dia Yang Menumpahkan Darah Rakyat”, “Rusaknya Stabilitas Negara”, “Surat Dari Tanah Air”, “Ibu Aku Buta Karenamu”. (Andi semakin bingung dengan judul buku ini. Kemudian dia membalik-balik bagian yang disobekki.
Saat Andi membuka semua buku dibagian yang tersobek, ternyata petugas perpustakaan(PP) melihatnya dan memperhatikan.
PP                    : (melihat Andi) Andi! Kamu apakan buku-buku itu!
Andi                 : E….e…….saya tidak tahu. Saya dapat buku itu sudah begini Bu.
PP                    : Tapi kenapa semua? Apa ini kebetulan semua? Jelaskan!
Andi                 : E…e…..(Andi bingung menjelaskannya).
PP                    : Nah, kamu tidak bisa menjelaskan ka?
Andi                 : Tapi bukan saya yang melakukan ini Bu, betul.
PP                    : Saya tidak mau tahu, kamu sudah tertangkap basah, merusak bukumilik perpustakaan. Menurut peraturan, kamu harus menggantinya maksimal sebelum kamu mendapatkan  ijazah .
Andi                 : Tapi….Bu…..(belum sempat menjelaskan PP sudah pergi dengan raut wajah marah setelah mencatat buku yang adadihadapan Andi).
Kebingungan Andi semakin bertambah. Antara penasaran dengan perilaku mereka dan berusaha mencari tahu dan bingung harus bertanggung jawab atas perbuatan yang tidak dilakukannya.
***
Andi berjalan mengikuti petugas perpustakaan mencoba menjelaskan.
Andi                 : Bukan saya yang menyobek buku-buku itu bu
PP                    : Tetapi kamulah yang tertangkap basah. Bagaimana kamu menjelaskan hal tersebut
Andi diam tidak bisa menjelaskan
PP                    : Nah tidak bisa kan. Sekarang sebagai hukumannya kamu harus mengganti buku-buku tersebut
Kemudian PP meninggalkan Andi sendirian di Perpustakaan.
Walupun tampak kesal, Andi tetap menjalankan tugasnya.
Dibawah pengawasan PP Andi terpaksa membersihkan Ruangan Perpustakaan.
Adegan II
PP membereskan tas kerja, sementara Andi membersihkan ruang Perpustakaan.
PP                    : Saya harus pulang. Kalau sudah selesai, tolong kunci perpustakaan ini.
Andi                 : Ya bu
PP                    : (tampak bersimpati) anak baik, sayangnya kamu tidak bisa           membuktikan kalau kamu tidak bersalah(pergi).
Setelah PP pergi, akhirnya Andi bebas mengeluh.
Andi                 : (menyapu, sesekali mengelap keringat) aduh, apes….apess…(mengambil buku buku yang sudah sobek tak berbentuk, menggerutu sendiri) aku ini sudah miskin kok ya masih disuruh mengganti buku sebanyak ini, dapat uang darimana aku?         
Akhirnya Andi selesai membersihkan perpustakaan. Ia keluar melihat dua anak yang tadi merobek buku berdiri diambang pintu.
Anak 1 : (membentak) apa liat liat?!
Andi                 : (mencoba berani) kalian tadi yang…….
Anak 2             : (ikut membentak) iya memang! Tapi awas kalau berani macam macam, kami pukuli!
Andi                 : (ketakutan) i-iya………..(tidak berkata-kata lagi, langsung pergi)
Setelah Andi pergi kedua anak itu tertawa.
Adegan III
Dikamar Andi. Andi sedang belajar, ia juga memikirkan 2 amak yang menyobek buku, tiba-tiba ia teringat akan peristiwa satu tahun yang lalu.
Adegan IV
Diruang kelas. Satu tahun yang lalu,ketika sedang ujian kenaikan kelas.
Anak 1             : (memanggil anak 2) Didi, nomor 4!
Anak 2 : (menoleh ragu-ragu ke anak 1, mencoba memberi jawaban)
Anak 1             : Apa?? (berbisik)
Anak 2             : (Kesal. Menuliskan jawaban disobekan kertas, lalu            menyodorkannya kepada Andi) hei, berikan kesana.
Andi                 : (Tidak menggubris) berikan sendiri.
Anak 1             : (marah mendengar kata-kata Andi) hei, jangan sok ya! Cepat berikan jawabannya)
Anak 2             : (mendesak) ayolah keburu guru pengawas datang)
Andi                 : (semakin tidak peduli. Malah berkonsentrasi pada soalnya)
Anak 1             : (marah) dasaqr sombong! Sudah diberikan saja jawabannya
Anak 2 hendak memberikan jawabannya, namun ibu pengawas terlanjur memergoki mereka(anak 2 dan anak 1)
Guru Pengawas           : (tegas) kalian berdua yang menyontek, keluar dari sini sekarang!.
Anak 2 dan 1 keluar ruangan sambil menggerutu.
Adegan V
Di perpustakaan, Andi melihat anak 1 dan 2 dibalik rok, seperti sedang berdebat. Andi mengendap-endap dan menguping.
Anak 2             : Sudahlah Adi, kita sudah cukup menjaili si Andi itu. Sekarang kenapa kita harus merobek buku lagi.
Anak 1             : Aku belum puas! Dia hampir membuat kita tidak naik kelas waktu itu.
Anak 2             : Kenyataannya kita tetap naik kelas kan? Sudah cukup balas dendamnya.
Anak 1             : Heh Didi, kalau kamu takut yasudah, pergi saja sana! Biarkan aku merobek buku ini sendiri.
Tiba-tiba Andi muncul.
Andi                 : Hei! Apa yang kalian lakukan?
Anak 1             : (menyeringai jahat) jangan ikut campur, pergi sana! Atau babak belur.
Andi                 : (Lebih berani) tidak. Aku tidak mau mebuat kalian dihukum. Cepat letakkan buku itu.
Anak 2             :  Benar Adi, ayo kita pergi. Sudah cukup
Anak 1             : (kepada anak 2) Hei! Kenapa kamu jadi membelanya?(kepada Andi) bukannya kita impas? Dulu kamu juga membuatku dihukum, bahkan hampir tidak naik kelas.
Andi                 : Memang, tapi dulu kamu dihukum karena kesalahanmu sendiri sekarang pergilah atau kupanggil Ibu Perpustakaan!
Anak 1             : Mau mengancamku, hah? Lihat akibatnya(merobek buku)
Tepat saat anak 1 merobek buku, PP mendatangi mereka bertiga
PP                    : ada apa ribut-ribut? (menegur kemudian melihat buku yang sobek) Astagaa, ternyata kamu yang telah merobek buku!
Anak 1 terdiam tertangkap basah merobek buku.
PP                    : Kenapa kalian melakukan ini? Teman yang tidak bersalah menjadi korban kalian.
Anak 1             : Ini semua karena Andi sendiri Bu. Dia pernah mebuat kami ampir tidak naik kelas.
PP                    : (kepada mereka) benar begitu, apa alasannya
Anak 2             : (mengakui malu-malu) Andi tidak mau membantu kami menyontek, sehingga kami ketahuan.
PP                    : (terkejut) berarti itubukan salah Andi dihukum karena menyontek adalah kesalahan kalian sendiri. Justru Andi benar karena tidak membantu kalian. Nah, sekarang kalian harus mengganti buku-buku yang telah kalian sobek.
Anak 1 tampak bersungut, sebaliknya, anak 2 tampak lega. Mereka berdua pergi meninggalkan perpustakaan.
Anak 2             : (sebelum pergi) Maaf ya (menyalami Andi)
Andi                 : (kaget, tapi ikut tersenyum) Yaa, aku juga.
PP               : Begitu lebih baik. Sesama teman, kita tidak boleh menyimpan dendam, juga saling menyalahkan. Kalian juga harus saling memaafkan. Ayo………..
Anak 1             : (ragu-ragu menghampiri Andi) Maaf yaaa………..
Andi                 : Yaa, akupun minta maaf……..
Setelahnya, Andi tidak lagi dihukum oleh PP. Bahkan setelahnya, Andi,Adi serta Didimenjadi teman baik.
***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar